Jemaah Haji Ciamis Diimbau Periksakan Kesehatan

Untuk meminimalisir terpaparnya jemaah haji dari berbagai penyakit, jemaah haji yang masuk kategori risiko tinggi karena faktor usia, diimbau memeriksakan kesehatannya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Selain karena faktor usia, jemaah yang mempunyai riwayat penyakit menahun pun diimbau demikian.

Menurut anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kabupaten Ciamis Teten, S.Kep, M.M, tim kesehatan haji, sudah menyiapkan peralatan dan obat yang diperlukan selama Ibadah haji. Akan tetapi, biasanya jemaah haji dengan kategori risiko tinggi, khususnya yang mengidap penyakit seperti jantung, diabetes atau penyakit lainnya, terbiasa berobat kepada dokter di daerahnya dengan obat yang sudah dirasa cocok.

“Jemaah yang masuk kategori risiko tinggi penyakit, terkadang diharuskan memakan obat setiap hari. Oleh karena itu selain memeriksakan kesehatan terlebih dahulu, alangkah baiknya jika selama ibadah haji obat yang setiap hari dikonsumsi disiapkan, agar tenang dalam melaksakan ibadah haji,” ujar Teten, Rabu (11/9/13).

Selain itu, dikatakan Teten, jemaah haji agar menyampaikan penyakit yang dideritanya dengan jujur pada setiap tahapan pemeriksaan yang dilakukan, yaitu tahapan pemeriksaan di puskesmas, rumah sakit, dan saat di embarkasi.

“Laporkanlah apa adanya, sampaikan secara jujur, jangan takut dan jangan ditutup-tutupi jika menderita suatu penyakit. Sehingga kondisi tubuh siap sebelum, sedang, dan sesudah melaksanakan rukun Islam ke lima ini, ” ucap dia.

Teten menambahkan, setiap kloter jemaah haji, dilayani oleh 1 orang dokter dan 2 orang perawat. Mereka akan melayani jemaah selama 24 jam. “Dari 3 kloter jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, TKHI dari Ciamis yang diberangkatkan sebanyak 5 orang, terdiri dari 1 dokter dan 5 perawat. Sisanya TKHI dari luar daerah,” ujarnya. (PR)***

Topic:

Just For You