Pasca Lepas Pangandaran, PAD Sektor Pariwisata Ciamis Hilang 3,4 Milyar

Terpisahnya Pangandaran dari Kabupaten Ciamis mengakibatkan 70 persen PAD (Pendapatan Asili Daerah) atau Rp. 3,4 milyar dari sektor pariwisata hilang. Kabupaten Ciamis akan meningkatkan perhatian pada sektor wisata budaya dan relijius.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Ciamis Drs. Sobar Sugema M.Pd., dalam dialognya dengan wartawan disela-sela Sosialisasi Pewarisan Seni Tradisional Gondang Buhun Kampung Adat Kuta, Selasa (24/9) bertempat di Alun-alun Kecamatan Tambaksari, Kab. Ciamis.

“Memang harus diakui, tahun ini hampir 70 persen PAD Kab. Ciamis dari sektor pariwisata hilang akibat sejumlah objek wisata unggulan penghasil retribusi pariwisata hilang bersamaan dengan terpisahnya Pangandaran dari Ciamis,” ujar Sobar Sugema.

Diungkapkan Sobar, setiap tahunnya Kab. Ciamis mendapat Rp. 4,6 milyar dari objek wisata bahari Pangandaran, baik dari retribusi hotel, rumah makan maupun tiket masuk. Namun setelah Pangandaran terpisah, tidak kurang dari Rp. 3,4 milyar PAD dari sektor pariwisata hilang.

“Namun kita sangat optimis, sektor pariwisata Kab. Ciamis di tahun 2014 dapat bangkit dan kita mentargetkan (PAD sektor pariwisata) Rp. 2 milyar. Karena masih banyak objek wisata alam, budaya dan relijius yang belum kita kembangkan,” ujar Sobar. (PR/CNc)

Topic:

Just For You