Pemprov Jabar Berencana Lakukan Simulasi Penanganan Bencana di Kota/ Kabupaten

KAB. BANDUNG BARAT- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kegiatan simulasi pencegahan dampak tanah longsor yang digelar  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di RW 16 Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Asda 3 Bidang Administrasi Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, simulasi ini bagian dari upaya memberikan pemahaman dan langkah yang harus silakukan masyarakat jika terjadi bancana, khususnya bemcana tanah longsor.

“Kita akan coba mengembangkan simulasi penanganan bencana dan mitigasi bencana di beberapa titik di wilayah Jawa Barat, seiring dengan banyaknya titik-titik yang cukup rawan terjadinya bencana alam, khususnya longsor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Dani Ramdan mengatakan simulasi penanganan bencana ini merupakan role model yang akan dikembangkan disetiap daerah yang dinilai rawan terhadap bencana.

“Kita mulai di Kab. Bandung Barat (KBB) karena di KBB ada 6 titik rawan longsor yang dekat dengan pemukiman penduduk kita sudan siapkan simulasi dan penanganannya baik melalui learning sistem maupun mitigasi melalui penanaman pohon ataupun penguatan lereng, kemudian Kota Cimahi ada 1 titik.

Untuk daerah lain kita akan identifikasi titik mana saja, lalu kita akan lakukan bersama simulasi,” ucapnya. Menurut Dani, simulasi penanganan bencama sangat penting untuk dilakukan karena simulasi dan mitigasi merupakan salah satu faktor yang bisa mengurangi resiko dan korban saat terjadi bencana.

“Simulasi ini sangat penting itu bisa mengurangi resiko bencana termasuk juga dilakukan mitigasinya. Potensi bencananya harus dihilangkan,” imbuh Dani, usai menyaksikan simulasi bencana di Desa Giri Asih, Kec. Batujajar Kab. Bandung Barat, Jumat (12/03/21).

Dani menghimbau kepada masyarakat Jawa Barat yang berada didaerah rawan bancana untuk tetap waspada dan mengetahui gejala alam jika kemungkinan akan terjadi bencana. “Karena potensi bencana di Jawa Barat banyak sekali, jadi mudah- mudahan dengan adanya simulasi dan mitigasi bisa mencegah atau menghilangkan potensi bencana,” ujarnya. (Parno/ Humas)

               

Topic:

Just For You