Rencana Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasik-Ciamis-Banjar Segera Direalisasikan

Rencana pembangunan jalan tol dari Cileunyi, Tasik, Ciamis – Banjar segera direalisasikan. Hal tersebut sebagai salah satu upaya penanganan kemacetan di jalur selatan Jawa Barat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis, H. Kusdiana MM mengatakan rencana pembangunan jalan tol tersebut sudah tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat  Nomor  12  Tahun  2014  tentang  Pengelolaan  Pembangunan  dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat.

“Pada Tahun Anggaran 2014, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat  telah menyusun Feasibility  Study (FS) / Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Banjar dan Jalan Lingkar Utara Ciamis. Tahap awal pembangunan jalan tol ini direncanakan untuk rute/ trase Cileunyi – Rajapolah”, Papar Kusdiana kepada Buletin.

Lanjutnya, sesuai peta dalam dokumen  Studi  Kelayakan  Pembangunan  Jalan Tol  Cileunyi – Banjar, lokasi yang akan dilalui jalan tol di Wilayah Kabupaten Ciamis adalah sebelah utara jalan nasional mulai Kecamatan Cihaurbeuti sampai Kecamatan Cisaga.

Tahun Anggaran 2015, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat sedang menyusun Detail Engineering Desain (DED) / Gambar  Detail serta Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Banjar. Tidak terlihat adanya lokasi pintu keluar/ masuk tol di wilayah Kabupaten Ciamis, sehingga untuk mengantisipasi sebelum diterbitkannya DED pada tahun 2015 perlu diusulkan lokasi pintu jalan keluar/ masuk tol di Wilayah Ciamis, Papar Kepala Bappeda Ciamis.

Lebih jauh Kusdiana menjelaskan, sejalan dengan kegiatan penyusunan Revisi RTRW Kabupaten Ciamis tahun 2011-2031  pada tahun anggaran 2015,  bahwa nomenklatur rencana pembangunan dimaksud telah diakomodir dalam penyusunan dokumen RTRW dimaksud.

Titik lokasi usulan Akses Keluar / Masuk Tol yaitu berada  di  Kecamatan Sadananya dan Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg.

“Adapun kelebihannya yakni lokasi sebelum Pusat Kota Ciamis sehingga lalu lintas tidak melalui jalur Pusat Kota Ciamis, menghubungkan langsung dengan kawasan industri dan lokasi rencana jembatan timbang di Jalur Lingkar Selatan, menghubungkan dengan rencana jalan di jalur lingkar utara Ciamis, merupakan kesatuan jaringan dengan rencana pembangunan pusat pelayanan terpadu transportasi darat (Terminal Type A), serta mengantisipasi dan mengurai kemacetan dalam kota dengan optimalisasi penggunaan jalur lingkar selatan”, ungkap Kusdiana menegaskan kekurangannya adalah perlu dibuat jalan baru (jalan lingkar utara) dengan titik awal pertigaan jalan lingkar selatan dekat SPBU Imbanagara sampai kelokasi tol di Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya. (bi/CN)

Topic:

Just For You