Ridwan Kamil : Waspadai Krisis Pangan

BANDUNG – Jika pendemi Covid-19 belum bisa berakhir hingga triwulan pertama 2021, bisa terjadi ancaman krisi pangan nasional. Untuk mengantisipasnya adalah dengan menggerakan elemen masyarakat meningkatkan produktifitas pangan, termasuk memanfaatkan lahan tidur.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Jabar di Bandung, Kamis (3/12/2020).

” Informasinya negara pengimpor pangan seperti Thailand dan Vietnam akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka. JIka terjadi maka akan ada krisis pangan khususnya beras,” tegasnya.

Gubernur mengatakan, ada beberapa bahan pangan yang terancam, terutama beras. Hal tersebut bisa terjadi apabila negara pengekspor beras, yakni Thailand dan Vietnam akan menghentikan ekspor untuk kepentingan dalam negeri masing-masing negara.

Salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan pangan, Pemprov Jabar akan menggelar West Java Summit bidang pertanian dan pangan pada 10 Desember mendatang. Acara ini akan dihadiri 20 perusahaan pembeli produk pertanian. Selain akan membeli produk para petani, para perusahaan juga menjadi mentor. Tugasnya memberikan saran produk apa saja yang sebaiknya ditanam, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Mayoritas krisis di karbohidrat, beras terutama,” tegasnya.

Untuk itu ia akan memaksimalkan lahan-lahan tidur untuk ditanami bahan pokok. Para petani muda atau milenial akan digerakan untuk menggarap lahan tidur tersebut. Jo

               

Topic:

Just For You