Tujuh Daerah di Jabar Siap Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap I

KOTA BANDUNG- Tujuh daerah di Jawa Barat dipastikan siap menggelar vaksinasi Covid-19 Tahap I Termin I sesuai instruksi pemerintah pusat. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, usai memimpin konferensi video bersama tujuh daerah dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (13/01/2021). 

Ridwan Kamil berpesan agar tujuh daerah ini menerapkan petunjuk teknis manajemen vaksin Covid-19 dan logistik lainnya dengan baik agar vaksinasi berjalan aman, lancar dan sukses. 

“Jabar harus menjadi daerah yang tersukses melakukan vaksinasi, harus menjadi yang terbaik. Provinsi siap bantu kalau daerah butuh tenaga, (bantuan) teknis, dan lain-lain,” katanya.

Ridwan Kamil, yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa  Barat menyatakan, harus dipastikan  proses pengangkutan vaksin sesuai prosedur, terutama suhu di 2-8 derajat Celcius, serta jangan sampai penyuntikan vaksin ini tidak efektif.

“Kepala daerah dan sekda juga minimal cerewet sampaikan pesan, vaksin itu aman dengan izin darurat dari BPOM dan sudah ada fatwa halal dari MUI,” ucapnya. 

Sementara itu, enam Daerah di Jawa Barat yang siap mulai vaksinasi Covid-19 Tahap I, yaitu Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat akan menggelar vaksinasi serentak mulai pukul 09.00 WIB pada Kamis, (14/01/2021), sementara Kota Bekasi akan memulai vaksinasi pada Jumat, (15/01/2021).

Adapun Jawa Barat mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin Sinovac dari total 1,2 juta dosis yang disiapkan pemerintah pusat di Tahap I Termin I Januari 2021. Rinciannya, Kota Bandung mendapat 25.000 vial, Kota Bekasi 14.060 vial, Kota Bogor 9.160 vial, Kota Depok 11.140 vial, Kota Cimahi 3.880 vial, Kab. Bandung Barat 3.960 vial, dan Kab. Bandung 7.560 vial. Sebanyak 22.320 vial sisanya disimpan di gudang provinsi. 

Sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, selain target sasaran utama yakni SDM Kesehatan di fasyankes, vaksin perdana juga diberikan kepada 10 pejabat publik esensial. 

Dari lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi orang pertama yang divaksin, disusul Kapolda Jabar Irjen Pol. Ahmad Dofiri dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat, termasuk Herru Joko dari Viking Persib Club, pada Kamis (14/01/2021) pukul 09.00 WIB di RSHS Bandung. 

Selain itu, dalam pertemuan virtual itu, Kang Emil pun menekankan pentingnya edukasi terhadap tenaga kesehatan, warga, maupun kepala daerah di kabupaten/kota selain tujuh daerah penerima vaksin Tahap I Termin I. 

“Tujuh daerah ini didahulukan sesuai daftar kiriman dari pemerintah pusat. Itu kewenangan pusat. (Kabupaten Karawang) sudah lima minggu (Zona Merah), kenapa tidak diprioritaskan, saya mohon maaf karena kewenangan menunjuk tujuh daerah belum diserahkan ke provinsi. Nanti setelah tujuh daerah ini, baru seluruh Jabar di Termin 2 karena akan dievaluasi dulu plus minus seperti apa untuk jadi pembelajaran daerah lain,” imbuhnya.

Ridwan Kamil menyatakan, mereka yang belum dapat vaksin, bukan berarti tidak penting, tetapi memang alokasi terbatas sehingga didahulukan mereka yang paling depan (tenaga ksehatan). Pejabat pun simbolis, setelah 10 (pejabat publik/tokoh) itu tidak ada lagi penyuntikan tokoh masyarakat. 

“Jangan sampai terdengar ada tokoh masyarakat meminta divaksin, ambil jatah SDM Kesehatan,” tegasnya. 

Ridwan Kamil berharap, agar pelaksanaan vaksinasi perdana di Jawa Barat berlangsung sukses dan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar se-Indonesia ini bisa menjadi contoh terbaik secara teknis hingga komunikasi publik. 

“Kepada seluruh elemen masyarakat, dari ibu-ibu hingga public figure, dari pejabat hingga tokoh agama untuk bersama-sama menggaungkan kampanye peduli atau mendukung vaksinasi, salah satunya dengan simbol “V” di tangan merujuk kata “vaksinasi/vaksin”, ujarnya.

Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat memunculkan semangat mendukung vaksin dengan simbol ‘V’ dan akan banyak foto-foto kami melakukan ini (simbol V di tangan), dimana V yang dimaksud bukan angka dua, tetapi V selebar-lebarnya yang artinya mendukung vaksinasi, semoga ini menjadi trend bela negara menyemangati semua orang.

“Untuk itu, kami juga mengajak public figure dan influencer untuk bersama-sama bela negara, melindungi diri, keluarga, dan negara (dengan divaksin). Karena mereka yang menolak itu bisa masuk kategori membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ridwan Kamil berpesan, kepada masyarakat Jawa Barat untuk tetap disiplin menjaga kesehatan meski vaksin telah hadir menjadi salah satu solusi menghentikan pandemi global Covjd-19 di Tanah Air. 

“Jangan euforia meski sudah disuntik vaksin, jangan euforia sudah bebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Parno)

               

Topic:

Just For You