BANDUNG- Sebanyak 324 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Barat menggelar Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) 2019 dengan jumlah peserta mencapai 937 siswa-siswi yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika mengatakan, proses pelaksanaan ujian nasional di SLB diberi pelayanan khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan para peserta ujian.
“Penggunaan alat ujian disesuaikan dengan kebutuhan siswa, seperti disini, ujian dengan kertas dan pensil serta menggunakan huruf braille,” ucap Dewi, saat meninjau pelaksanakan UNKP di SLBN A Kota Bandung, Selasa (02/04).
Menurut Dewi, Disdik Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi SLB, khususnya kebutuhan sarana dan prasarana serta mengimbau kepada seluruh penyelenggara pendidikan sekolah khusus mampu bekerja sama guna meningkatkan kompetensi.
“Kita harus memfasilitasi anak-anak agar bisa sekolah, karena itu haknya. Jadi, kita ingin seluruh stakeholder pendidikan turut berpartisipasi dalam proses tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SLBN A Kota Bandung Bidang Kurikulum, Tri Bagio mengatakan, peserta ujian di sekolahnya dibagi menjadi tiga ruangan masing-masing ruang pertama dan kedua diisi oleh 11 siswa penyandang disabilitas netratotally blind atau tunanetra total, sedangkan ruang tiga diisi oleh 2 siswa dengan multiply disbalities with visual impairment (MDVI) atau tunanetra dengan hambatan lain.
“UNKP di SLB dilaksanakan selama tiga hari, yakni 1,2, dan 4 April, tiga mata pelajaran yang diujikan, antara lain Bahasa Indonesia, matematika, dan Bahasa Inggris,” katanya.
(Parno)
| Tweet |