BANDUNG – Bertempat di Savoy Homann Hotel , Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil membuka pertemuan High Level Meeting Tim Pegendali Inflasi Daerah (TPID) se-Jabar, Kamis (05/03/2020).
Dalam paparannya, gubernur meminta agar tim TPID mampu mengendalikan laju inflasi Jabar di tahun 2020. Terlebih tahun 2020 ternyata banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan terbaru adalah merebaknya wabah Covid-19 yang dikhawatirkan akan mempengaruhi pasokan barang, yang selanjutnya berdampak pada inflasi.
“Ekspor dan impor kita banyak dari China. Sekarang ada pembatasan, harus ada langkah yang disiapkan agar ini tidak berdampak pada inflasi,” jelasnya.
Hal lain yang menurutnya perlu menjadi perhatian adalah kemungkinan akan naiknya tarif angkutan serta kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Ia menegaskan jika diperlukan harus melakukan operasi pasar namun juga diperlukan langkah antisipatif berdasarkan data yang akurat.
“Jangan hanya sekedar operasi pasar. Buatlah formula untuk menangkal inflasi. Misalnya dengan mempercepat penyaluran dana bansos,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto mengaku setuju dengan percepatan penyaluran dana bansos di semester pertama ini, bahkan jika perlu sekaligus dalam dua kali pencairan.
Dengan cara itu maka pertumbuhan komsumsi masyarakat akan tetap terjaga dimana kemampuan daya beli masyarakat juga tetap terjaga.
Terkait corona, ia mengatakan sudah ada sedikit hambatan terutama kiriman barang impor yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti bawang putih dan lainnya. Namun ia mengaku optimis hal itu tidak akan berlangsung lama.
“Beberapa survei menunjukan ada ganggaun produksi dan pasokan. Namun dari pemberitaan juga disebutkan China sudah mulai bangkit lagi,sama-sama berdoa agar semua bisa kembali pulih,” tegasnya.
Ia menambahkan kebijakan di dalam negeri juga barus mendukung terhadap upaya menekan inflasi. Misalnya jangan menaikan tarif angkutan terlalu tinggi menjelang Idulfitri. Jo
| Tweet |