BANDUNG- Sekitar 500 peserta mayoritas ibu-ibu yang bergerak dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) perwakilan dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat serta pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari Kota Bandung, Kab. Indramayu, Bogor, Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya, hingga komunitas Tailor Indonesia dan Peace & Love Charity Bandung mengikuti Seminar UMKM.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengatakan, banyak kendala yang harus dihadapi oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan UKM agar mampu bersaing dengan usaha menengah atas di jaman yang serba digital ini.
“Untuk membuat UKM mampu bertahan tidaklah mudah, banyak tantangan, khususnya terkait persaingan,” kata Atalia, saat membuka Seminar UMKM ‘Dari Hati ke Hati bersama Anne Avantie’ di Aula Barat Gedung Sate, Senin (27/01).
Menurut Atalia, banyak program telah diluncurkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang bisa diikuti oleh pelaku UKM dan UMKM untuk bisa mendapatkan permodalan.
“Pemdaprov Jabar punya banyak program untuk modal, salah satunya Kredit Mesra, pinjaman tanpa bunga tanpa agunan,” ucapnya.
Atalia menyatakan, selain masalah permodalan yang biasa dihadapi oleh pelaku UKM dan UMKM dalam menjalankan usahanya yaitu masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan promosi agar produk dibeli serta perizinan.
”Gubernur sudah mengarahkan empat strategi bagi Dekranasda Jabar untuk akselerasi, yaitu menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat, observasi agar produk disukai serta ATM (Amati Tiru Modifikasi), produk harus diketahui serta mudah dibeli dan didapatkan,” tuturnya.
Atalia memberikan apresiasi digelarnya Seminar UKM yang menghadirkan Anne Avantie yang menurutnya tak kenal lelah dalam memberikan motivasi, mencurahkan pikiran, hati, waktu dan cintanya, serta membagikan inspirasi bagi Tanah Air.
“Terima kasih Bunda Anne Avantie. From zero to hero, saat ini (beliau) bukan lagi memikirkan diri sendiri, tapi selama bertahun-tahun menyentuh mereka yang membutuhkan,” ujarnya. (Parno)
| Tweet |