Jawa Barat Apresiasi Inisiatif Digital Perangkat Daerah dan Warga Jawa Barat lewat “Jabar Digital Innovation Award 2019”

ciamisnews
ciamisnews

Sejalan dengan visi Jawa Barat untuk menjadi Provinsi Digital yang memiliki tata kelola dan layanan masyarakat yang lebih baik melalui data, desain, dan teknologi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat (Diskominfo Jabar) dan Jabar Digital Service, didukung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat (DPMDesa Jabar) serta disponsori oleh PT Paragon Technology and Innovation, menyelenggarakan Jabar Digital Innovation Award (JDIA) 2019 pada Jumat, 6 Desember 2019, di Trans Convention Center, The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Acara penghargaan ini digelar untuk mengapresiasi badan dan individu yang telah berhasil membangun ekosistem digital yang inovatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak kepada masyarakat di Jawa Barat. 

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Jabar, Setiaji, mengungkapkan bahwa “Jabar Digital Innovation Awards yang pertama ini adalah program besar yang tidak akan terwujud tanpa adanya kolaborasi.” Setiaji juga menyebutkan bahwa kolaborasi berbagai pihak jugalah yang mewujudkan pencapaian Jawa Barat di bidang digital yang telah diakui di level internasional. 

“Kami ingin mengapresiasi pihak-pihak yang telah bekerja sama dengan pemerintah Jawa Barat ini di JDIA 2019,” tutup Setiaji, menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan mimpi Jawa Barat untuk menjadi Provinsi Digital. 

JDIA 2019 juga menjadi ajang soft-launching aplikasi layanan publik Sapawarga oleh Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil. Aplikasi ini merupakan perwujudan dari misi Jawa Barat untuk mengimplementasikan inovasi teknologi dalam berkomunikasi dan melayani masyarakat dengan lebih baik. Sapawarga ada sebagai wujud media komunikasi warga Jawa Barat yang lebih komprehensif karena memiliki fitur-fitur khusus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti menampung aspirasi, menjembatani jalur komunikasi, dan menjadi pintu akses layanan publik secara daring.

“Sekarang kita akan memulai transformasi digital secara masif. Para ketua RW pengguna awal Sapawarga akan menjadi agen-agen perubahan untuk Jawa Barat yang lebih digital,” ujar Gubernur Ridwan Kamil saat meluncurkan secara simbolis dan memperkenalkan Sapawarga untuk pertama kali ke publik yang lebih luas di acara JDIA 2019.

Aplikasi Sapawarga menjadi salah satu pendorong sentral di penghargaan JDIA 2019. Dalam pengembangannya, Sapawarga melibatkan diskusi dengan pengguna awal aplikasi ini, yaitu representasi warga Jawa Barat di tingkat Rukun Warga (RW) untuk mengetahui pengalaman pengguna dan kebutuhan mereka yang dapat diakses melalui Sapawarga.  Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat juga memiliki andil untuk melatih warga dalam penggunaan Sapawarga, sekaligus dapat mengintegrasikan layanan publik tingkat kabupaten/kota di aplikasi Sapawarga. Pelatihan aplikasi Sapawarga juga melibatkan relawan IT lokal yang disebut Pendamping Lokal Desa. 

Pengurus RW sebagai pengguna versi awal Sapawarga, Pendamping Lokal Desa sebagai fasilitator pelatihan, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat sebagai administrator Sapawarga yang paling aktif dan kooperatif ikut diapresiasi partisipasinya dalam pengembangan dan implementasi aplikasi Sapawarga melalui “Sapawarga Awards” di JDIA 2019.

Entitas lain yang diberikan penghargaan di JDIA 2019 adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Barat. “OPD Digital Awards” mengapresiasi OPD-OPD di Jawa Barat yang memiliki inovasi digital yang berdampak ke masyarakat, mengimplementasikan e-government yang berkelanjutan dan terintegrasi, berkomitmen kepada transparansi data, dan mampu menjalin kerja sama dengan pihak eksternal dalam hal inovasi digital.

Berkesinambungan dengan konsep provinsi digital yang inklusif dan tidak hanya terpusat di wilayah urban, Jawa Barat juga mengapresiasi desa dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang memanfaatkan teknologi informasi digital dalam tata kelola pemerintahannya sehingga berdampak kepada pembangunan daerah dalam “Desa Digital Awards” dan “Kabupaten/Kota Awards”. 

Selain itu, sesuai dengan semangat kolaborasi penta-helix governance yang diusung Gubernur Ridwan Kamil, JDIA 2019 juga menganugerahi startup-startup digital yang inisiatif dan inovasinya memiliki dampak nyata kepada masyarakat dan pembangunan Jawa Barat lewat “Startup Digital Awards”.

Mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital, JDIA 2019 juga menyelenggarakan dua kelas mini-workshop untuk pegiat, pelaku, dan komunitas startup di Bandung mengenai optimalisasi bisnis dan tata kelola melalui inovasi digital. Workshop ini difasilitasi oleh Lingkaran dan Google Gapura Digital. 

Melalui JDIA 2019, diharapkan warga Jawa Barat menjadi mengetahui inisiatif-inisiatif digital apa saja yang sudah dilakukan di Jawa Barat, mulai dari level akar rumput di pedesaan hingga level sistem di pemerintahan, serta semakin sadar akan pentingnya inovasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan visi Pemprov Jabar untuk membangun Jawa Barat menjadi Provinsi Digital yang inklusif. (Tim Jabarprov/ Rilis JDS)

               

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *