Sekali Menang, Sekali Imbang, 5 Kali Memasukkan, 4 Kali Kebobolan

ciamisnews
ciamisnews

Dari 11 pemain utama PSGC di laga pertama, 8 orang diantara nya adalah pemain baru. Selanjut nya di laga kedua, 7 pemain baru hiasi line up. Tapi coba tengoh catatan gol PSGC, 5 gol yang tercipta, 4 diantara nya justru di sumbangkan pemain lama (Arip Budiman, Aldi Imron, dan Dua Gol Ganjar)

Terlepas dari kualitas lama di 32 besar yang juga makin bagus, mari kita coba bedah lini perlini.

Penjaga Gawang

2 Penjaga gawang baru yang didatangkan, langsung menggeser posisi oenjaga gawang utama yang sempat di kuasai oleh talenta lokal bernama Yogi. Ekspektasi besar di bebankan kepada 2 Penjaga gawang ini. Tapi alih alih menggeser Yogi yang sering melakukan blunder, Bayu Ally juga melakukan blunder fatal di laga melawan Persibas. Di laga ketiga nanti saya menaruh harapan besar pada kiper baru lain nya (Rian Maulana)

Lini Belakang

Kuartet Lini Belakang di rombak total, jika sebelum nya Felkin Eka dan Gilang adalah tembok kembar andalan PSGC, kali ini Kierunnas dan Ivan Juliandy di dapuk menjadi stopper, Felkin memang harus menepi karena cedera nyaz sedangkan Gilang di geser sedikit ke kiri menjadi Right Back, sedangkan Di bek kanan pemain baru juga atas nama Ardi yang di percaya..

Duo centre back mungkin memang butuh adaptasi lebih lama karena nampak sekali komunikasi dan kerjasama nya kurang baik. Setiap umpan lambung yang mendarat diantara posisi kedua nya, baik dari tengah maupun wing, selalu di antisipasi kurang sempurna.

Sedangkan di simpan nya Gilang melebar di kiri satu sisi membuat pertahanan lebih kuat karena hampir semua duel udara dimenangi Gilang, tetapi dalam built up serangan, gilang minim kontribusi, dan efek nya adalah Arip Budiman ataupun Dean minim support.

Lini Tengah

Lini ini adalah lini terkuat PSGC, Kehadiran Christian Bagaskara membuat trio senior (Abu, Imron, Ganjar) makin kuat. 2 winger baru yaitu Dean dan Ripan, Ditambah supersub bernama Arip membuat lini tengah sangat bertenaga.

Lini Depan

Ekspektasi paling besar ada dalam sosok Akbar, Striker Berpostur ideal dan bertipikal modern ini di gadang gadang akan menjadi jawaban atas mandul nya lini serang PSGC. Tapi setelah 2 kali laga, saya kira Akbar bukan tipikal predator yang diinginkan Coach HRK.

Kemampuan nya berduel dengan bek lawan tidak terlalu kuat, apalagi jika beradu duel udara. Akbar tidak jelek, hanya saja Akbar bukan karakter straiker JOMBLO yang sedang bermain sendiri.

Saran saya Agar Akbar maksimal maka harus ada tandem untuk nya. Mendorong Ganjar untuk berdampingan dengan Akbar bisa jadi lebih baik, tetapi jangan lupa PSGC punya Deni.. Ya.. Striker yang kata nya hoki bermain di lapangan jelak ini punya sprint dan kengototan, ini akan melengkapi Akbar. Di laga terakhir, Deni saya rasa pantas di coba untuk bermain.

Kesimpulan

Team “baru” ini belum punya chemistry, kesalahan passing jelas sering tersaji. Coach Heri Rafni juga punya pekerjaan besar bagaimana memperbaiki komunikasi dan menemukan formula terbaik dengan komposisi yang ada ini.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *