Kemenkop Perkuat SDM KDKMP Lewat Magang Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Lokal

Ciamis News
Ciamis News

CIAMISNEWS — Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui program magang yang mereplikasi model bisnis koperasi berbasis potensi lokal. Kegiatan yang berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 itu menyasar pengurus KDKMP sektor pertanian dan serba usaha agar mampu mengembangkan koperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan, Kemenkop memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan bagi pengurus serta pengelola KDKMP.

Menurut Destry, pembinaan tersebut diperlukan agar pengurus memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap koperasi sebagai usaha milik bersama.

“Loyalitas tumbuh dari pemahaman bahwa keberhasilan koperasi adalah keberhasilan seluruh anggota,” kata Destry saat membuka Pelaksanaan Magang bagi Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Sektor Pertanian di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Tenaga Ahli Utama Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina, serta Ketua Kopontren Al-Ittifaq Setia Irawan.

Pengurus KDKMP Diminta Kenali Potensi Lokal

Destry menekankan bahwa KDKMP membutuhkan SDM yang memiliki pandangan jangka panjang dan mampu berpikir strategis. Pengurus tidak hanya dituntut mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pangan dan perekonomian desa.

“Selain itu, pengurus wajib mengenali potensi lokal dan mengubahnya menjadi usaha yang relevan, seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran secara digital, hingga menjalin kemitraan strategis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program magang merupakan salah satu langkah strategis Kemenkop untuk mempercepat operasionalisasi KDKMP yang telah terbentuk.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung melalui dua koperasi yang dinilai memiliki model pengelolaan berbasis korporasi dan ditunjuk sebagai lokasi magang oleh Kemenkop.

Untuk sektor pertanian, kegiatan dilaksanakan di Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung. Sementara itu, magang sektor serba usaha dilaksanakan di Kopontren Sunan Drajat, Lamongan.

Belajar Model Agribisnis di Kopontren Al-Ittifaq

Di Kopontren Al-Ittifaq, peserta mempelajari praktik pertanian terpadu yang menggabungkan aspek produksi, manajemen, dan pemasaran.

Sistem agribisnis di koperasi tersebut telah terhubung dengan pasar modern. Kondisi itu memungkinkan peserta mempelajari rantai nilai usaha pertanian dari sisi hulu hingga hilir.

Selain aspek teknis, model yang diterapkan Al-Ittifaq juga mencakup pemberdayaan masyarakat dan santri. Dengan demikian, peserta memperoleh pengalaman dalam aspek sosial dan manajerial.

“Magang di sini membantu pengurus mengembangkan kompetensi utama. Yaitu budidaya pertanian, kewirausahaan, manajemen hasil panen, serta kedisiplinan dan kemandirian,” kata Destry.

Sementara itu, Kopontren Sunan Drajat menjadi lokasi pembelajaran bagi peserta sektor serba usaha. Fokusnya antara lain pemberdayaan santri dan masyarakat melalui transformasi digital, pengembangan UMKM atau Santripreneur, serta penerapan sistem koperasi berbasis desa.

Model usaha di Kopontren Sunan Drajat mencakup bisnis ritel produk makanan dan minuman serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar.

Koperasi tersebut juga mengelola berbagai sektor usaha, antara lain perdagangan, perhotelan, restoran, manufaktur dan produksi, pangan, jasa keuangan dan pembiayaan syariah, serta pertanian dan hortikultura.

Diikuti 90 Pengurus KDKMP

Kemenkop menyelenggarakan program Magang bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha dan Sektor Pertanian selama delapan hari, mulai 23 hingga 30 Agustus 2026.

Sebanyak 90 pengurus KDKMP mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 54 pengurus mengikuti magang di sektor serba usaha dan 36 pengurus mengikuti magang di sektor pertanian.

Destry berharap kegiatan magang tidak berhenti pada proses pembelajaran terhadap model usaha yang telah berjalan. Para peserta diharapkan mampu memahami cara membangun model bisnis yang dapat diterapkan sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

“Kegiatan magang diharapkan lebih dari sekadar mempelajari hal-hal yang sudah ada. Peserta tidak hanya menumbuhkan semangat berusaha, tetapi juga memahami model bisnis dan cara membangun usaha yang berkelanjutan untuk direplikasi di desanya masing-masing,” ujarnya.

Penguatan SDM Jadi Kunci KDKMP

Tenaga Ahli Utama Deputi II KSP Guruh Muamar Khadafi mengapresiasi Kemenkop, Kopontren Al-Ittifaq, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program magang.

“Kami berharap, hasil magang menjadi bekal agar KDKMP di desa-desa tumbuh sehat, produktif, profesional, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Guruh.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina menilai peningkatan kapasitas SDM dan penguatan model bisnis merupakan tahapan penting dalam memperkuat program KDKMP.

Menurut Yuke, pengurus koperasi tidak cukup hanya memahami kelembagaan dan administrasi. Mereka juga perlu mampu membaca potensi ekonomi wilayah, membangun usaha berdasarkan kebutuhan masyarakat, mengelola rantai pasok, menjaga kualitas produk, serta membuka dan mempertahankan akses pasar.

Melalui program magang tersebut, Kemenkop mendorong pengurus KDKMP untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan usaha koperasi, sekaligus menyiapkan model bisnis yang dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan potensi ekonomi di desa dan kelurahan masing-masing.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *