CIAMISNEWS – Nilai tukar rupiah menguat sekitar 0,31 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), berada di level Rp17.685 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan positif sejumlah mata uang Asia ketika dolar AS mengalami tekanan di pasar, sementara pelaku pasar turut mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan.
Angka Rp17.685 per dolar AS tersebut merupakan kurs penutupan perdagangan Jumat, bukan kurs rupiah hari ini, Minggu (23/8/2026). Pasalnya, perdagangan valuta asing domestik tidak berlangsung secara reguler pada hari Minggu.
Rupiah Menguat 0,31 Persen
Berdasarkan data perdagangan yang menjadi acuan, rupiah menguat sekitar 0,31 persen pada perdagangan Jumat dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan tersebut berlangsung sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor eksternal yang memberikan ruang bagi mata uang kawasan, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih positif.
Selain penguatan harian, rupiah tercatat menguat sekitar 0,76 persen sepanjang pekan hingga penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026).
BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen
Pergerakan rupiah juga berlangsung setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 18–19 Agustus 2026.
Dalam keputusan tersebut, BI juga mempertahankan Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Keputusan mempertahankan suku bunga menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati arah nilai tukar rupiah.
Namun, penguatan rupiah pada Jumat tidak dapat secara sederhana dikaitkan hanya dengan keputusan BI mempertahankan BI-Rate. Pergerakan kurs juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk sentimen pasar global dan dinamika dolar AS.
Penguatan Rupiah Belum Menunjukkan Perubahan Tren Jangka Panjang
Penguatan rupiah sebesar 0,31 persen dalam satu hari tidak serta-merta menunjukkan perubahan tren nilai tukar dalam jangka panjang.
Kurs rupiah tetap dapat bergerak mengikuti perkembangan ekonomi global, kebijakan bank sentral, arus modal, serta sentimen investor.
Karena itu, perkembangan nilai tukar pada perdagangan berikutnya masih menjadi perhatian untuk melihat keberlanjutan penguatan rupiah setelah mencatat kenaikan sepanjang pekan.
Bukan Kurs Rupiah Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026
Masyarakat perlu membedakan antara kurs penutupan rupiah pada Jumat (21/8/2026) dan kurs yang akan terbentuk ketika perdagangan kembali dibuka.
Dengan demikian, angka Rp17.685 per dolar AS tidak tepat disebut sebagai “rupiah hari ini” pada Minggu (23/8/2026) tanpa keterangan bahwa angka tersebut merupakan posisi penutupan perdagangan Jumat.
Pergerakan rupiah berikutnya akan mengikuti kondisi pasar ketika perdagangan valuta asing domestik kembali berlangsung.
Rupiah Menguat ke Rp17.685 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan Jumat
Leave a comment