STIKes Muhammadiyah Ciamis Siapkan Transformasi Jadi Universitas, Tambah Enam Program Studi

Ciamis News
Ciamis News

CIAMISNEWS – STIKes Muhammadiyah Ciamis menyiapkan transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan rencana penambahan enam program studi baru. Agenda pengembangan tersebut disampaikan dalam acara Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti 235 lulusan di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (14/10/2026).

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, S.KM., M.M., menyebut transformasi institusi menjadi salah satu agenda strategis kampus dalam mengembangkan program pendidikan dan meningkatkan kualitas pelayanan akademik.

Enam program studi yang direncanakan untuk dibuka meliputi S-1 Psikologi, S-1 Sains Biomedis, S-1 Hukum, S-1 Manajemen, S-1 Bisnis Digital, dan S-1 Informatika.

“Mohon doa dari seluruh hadirin, insyaallah dalam waktu yang dekat STIKes Muhammadiyah Ciamis akan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan penambahan enam program studi baru,” ujar Nur Hidayat dalam sambutannya.

Rencana tersebut disampaikan bersamaan dengan prosesi wisuda dan pengambilan sumpah profesi yang menandai penyelesaian pendidikan para lulusan sekaligus awal tanggung jawab mereka dalam mengamalkan ilmu sesuai bidang masing-masing.

Wisuda 235 Lulusan dari Enam Kelompok Pendidikan

Sebanyak 235 peserta mengikuti Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026. Mereka terdiri atas 30 lulusan D-3 Keperawatan, 10 lulusan D-3 Kebidanan, 25 lulusan D-3 Farmasi, 29 lulusan D-3 Teknologi Laboratorium Medis, 139 lulusan S-1 Keperawatan Program A dan B, serta dua lulusan Profesi Ners.

Nur Hidayat mengatakan, wisuda tidak hanya menjadi penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mencerminkan kerja bersama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.

“Momentum wisuda dan pengambilan sumpah profesi ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua. Kita tidak hanya melihat keberhasilan individu, tetapi juga keberhasilan kolektif,” katanya.

Selain pengembangan program studi, STIKes Muhammadiyah Ciamis juga memperkuat tata kelola akademik melalui digitalisasi dokumen. Sejak Tahun Akademik 2024/2025, kampus tersebut telah menerapkan sistem dokumen akademik elektronik yang mencakup ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Dokumen tersebut dilengkapi kode verifikasi berupa barcode atau QR code untuk mendukung proses validasi. Menurut Nur Hidayat, penerapan sistem digital merupakan bagian dari komitmen institusi terhadap transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu pelayanan akademik, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga penerbitan ijazah.

Digitalisasi itu juga mendukung konsep paperless campus, yakni pengurangan penggunaan kertas dalam administrasi dan pengarsipan, sehingga pelayanan akademik diharapkan semakin efisien.

Pemkab Ciamis Tekankan Profesionalisme Tenaga Kesehatan

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab profesional untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Hari ini, saudara-saudara tidak hanya membawa pulang gelar akademik atau pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Saudara-saudara juga membawa amanah, tanggung jawab, dan harapan masyarakat yang kelak akan dipercayakan kepada saudara-saudara dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan,” ujarnya.

Andang mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, perubahan pola penyakit, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menuntut tenaga kesehatan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kualitas tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teori dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, ketelitian dalam mengambil tindakan, kecakapan bekerja sama, serta kepekaan terhadap kondisi pasien.

“Pelayanan kesehatan pada hakikatnya adalah pelayanan terhadap manusia. Karena itu, tenaga kesehatan harus menjalankan tugas dengan tanggung jawab, empati, dan integritas,” tegasnya.

Ia berharap para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis mampu menjalankan profesi secara profesional dan beretika, sekaligus menjaga kepedulian terhadap masyarakat.

Andang juga mengingatkan bahwa sumpah profesi merupakan komitmen moral dan etis yang harus menjadi pedoman dalam bekerja. Para lulusan diminta menghormati martabat manusia, menjaga kerahasiaan pasien sesuai ketentuan, menjalankan tugas berdasarkan kompetensi dan standar profesi, serta mengutamakan keselamatan pasien.

“Ketika menghadapi situasi yang sulit, berpeganglah pada etika. Ketika dihadapkan pada pilihan yang menuntut tanggung jawab, utamakan keselamatan pasien. Ketika bekerja dalam keterbatasan, tetaplah menjaga mutu pelayanan,” tuturnya.

Pengembangan institusi melalui rencana penambahan enam program studi, penerapan digitalisasi dokumen akademik, serta pelepasan 235 lulusan menjadi bagian dari agenda STIKes Muhammadiyah Ciamis dalam mengembangkan pendidikan tinggi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis menaruh harapan agar para lulusan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *