RAJADESA — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis turun langsung memberikan edukasi penggunaan gawai secara bijak kepada sekitar 40 anak usia 4 hingga 6 tahun di RA Ulil Albab 2, Dusun Cileueur, Desa Tanjungsukur, Kecamatan Rajadesa, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan bertajuk “DWP Mengajar” itu mengangkat tema “Bijak Menggunakan Gawai”. Edukasi diberikan dengan pendekatan interaktif agar anak-anak memahami aturan dasar penggunaan telepon seluler sekaligus mengenali aktivitas yang lebih sehat di luar layar.
Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Ciamis, Erna Enda, bersama anggota DWP lainnya hadir sebagai narasumber. Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, beserta jajaran turut mendampingi kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu, anak-anak dikenalkan dengan pengertian dasar mengenai gawai serta aturan penggunaannya. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa penggunaan telepon seluler perlu dilakukan dengan sepengetahuan dan izin orang tua.
Salah satu pesan yang ditekankan kepada anak-anak ialah meminta izin kepada ayah dan bunda sebelum memegang atau menggunakan HP. Waktu menatap layar juga diarahkan sekitar 15 hingga 30 menit sehari agar penggunaan gawai tetap terbatas.
Pembatasan dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam edukasi tersebut. Penggunaan gawai tanpa kontrol disebut dapat membuat anak mengalami kecanduan, kurang tidur, mengalami masalah pada postur tubuh, serta rentan terhadap stres dan kecemasan.
Anak-anak juga diingatkan mengenai risiko mengakses konten yang tidak sesuai usia apabila menggunakan gawai tanpa pendampingan orang tua.
Anak Diajak Lebih Aktif Bermain di Dunia Nyata
Selain memberikan pemahaman mengenai batas penggunaan gawai, para narasumber mengajak anak-anak untuk lebih aktif melakukan kegiatan di dunia nyata.
Aktivitas seperti berlari, menari, dan melompat bersama teman diperkenalkan sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendukung aktivitas fisik anak.
Pembelajaran dikemas dengan suasana ceria dan interaktif melalui prinsip CERIA serta metode 3M, yaitu Merasakan, Konversi, dan Mempraktikkan.
Anak-anak kemudian mengikuti permainan edukatif “Pilih yang Baik, Yuk!”. Dalam permainan tersebut, siswa diajak membedakan perilaku yang baik dan kurang baik ketika menggunakan gawai.
Materi tidak hanya disampaikan melalui cerita. Anak-anak juga mengikuti simulasi bermain peran mengenai cara meminta izin kepada orang tua sebelum menggunakan gawai.
Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai gambar bertema digital sehat. Pendekatan tersebut membuat anak-anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Ditutup dengan Komitmen “Aku Anak Cerdas Digital”
Rangkaian DWP Mengajar di RA Ulil Albab 2 ditutup dengan pengucapan komitmen bersama bertajuk “Aku Anak Cerdas Digital”.
Melalui komitmen tersebut, anak-anak berjanji untuk meminta izin sebelum meminjam gawai, menggunakan gawai secukupnya sesuai waktu, serta lebih rajin belajar dan bermain bersama teman-teman.
Pesan mengenai penggunaan gawai secara bijak juga diarahkan untuk diterapkan dalam keseharian anak di rumah. Guru dan orang tua diharapkan dapat bersinergi untuk terus mengingatkan kembali aturan yang telah diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
Dengan demikian, edukasi yang diberikan melalui DWP Mengajar tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi diarahkan menjadi kebiasaan positif dalam keseharian anak bersama keluarga.