CIAMISNEWS – Sebanyak 37 kelompok tani di Kabupaten Ciamis menerima bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan), terdiri atas 25 pompa air dan 12 traktor roda dua. Bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung aktivitas pertanian di tengah musim kemarau sekaligus mendorong mekanisasi pertanian di Kabupaten Ciamis.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Senin (21/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si.
Bantuan tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melalui aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Rina Sa’adah.
Dari total bantuan yang diserahkan, 25 unit berupa pompa air dan 12 unit lainnya merupakan traktor roda dua. Bagi kelompok tani penerima, bantuan tersebut mencakup sarana untuk mendukung pengelolaan air dan pengolahan lahan.
Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengatakan penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Rina, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga memastikan proses produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan, efektif, dan efisien.
“Fokus kita adalah ketahanan pangan nasional. Bukan hanya memastikan pangan tersedia, tetapi juga bagaimana produksi pangan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani,” tuturnya.
Rina mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah membantu proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan. Menurutnya, proses tersebut mendukung penyaluran Alsintan agar lebih tepat sasaran.
“Pendataan dan verifikasi sudah banyak dibantu oleh Bupati Ciamis, sehingga bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat. Mudah-mudahan Alsintan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mampu meningkatkan produksi pertanian secara lebih efektif dan efisien,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi El Nino atau kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Menurut Rina, bantuan sarana dan mesin pertanian, khususnya pompa air, diharapkan dapat menunjang petani dalam menjaga keberlangsungan produksi.
“Saya juga melihat kondisi El Nino atau kekeringan yang melanda di wilayah Jawa. Semoga Alsintan ini dapat sangat bermanfaat. Mari kita berdoa bersama agar kondisi ini dapat segera teratasi dan para petani tetap dapat berproduksi,” ujarnya.
Herdiat: Pompa Air Relevan dengan Kondisi Kemarau
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Rina Sa’adah kepada masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di sektor pertanian.
Herdiat mengatakan bantuan melalui aspirasi Rina Sa’adah bukan kali pertama diterima masyarakat Ciamis. Ia menyebut Rina telah beberapa kali datang ke Ciamis untuk memberikan dukungan, khususnya bagi sektor pertanian.
“Kedatangan Ibu Rina Sa’adah dan bantuan yang diberikan sudah banyak membantu masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di bidang pertanian. Ini sudah yang ketiga atau keempat kalinya beliau datang ke Ciamis. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.
Herdiat menilai bantuan pompa air relevan dengan kondisi yang dihadapi petani saat ini. Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas pertanian.
“Bantuan ini tentu akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, adanya bantuan pompa air tentu sangat tepat dan dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan air bagi pertanian di Kabupaten Ciamis,” kata Herdiat.
Menurut Herdiat, peningkatan produktivitas pertanian juga perlu berjalan bersama kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat menjaga hutan dan keseimbangan alam demi generasi penerus.
“Kita tentunya harus meningkatkan kepedulian dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Mari bersama-sama menjaga hutan demi generasi penerus kita. Jangan sampai kita mewariskan kepada anak cucu masalah-masalah yang nantinya justru akan menyulitkan mereka,” tegasnya.
Alsintan Didorong Percepat Mekanisasi Pertanian
Herdiat berharap bantuan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian masyarakat Ciamis.
Ia menyebut pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian dari perubahan pola kerja dari pertanian konvensional yang banyak mengandalkan tenaga manusia menuju pertanian yang lebih modern dan mekanis.
“Semoga ini dapat meningkatkan produktivitas para petani serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manusia. Para petani juga harus mampu meningkatkan kualitas hasil pertaniannya,” ujarnya.
Herdiat kembali meminta penerima bantuan memanfaatkan Alsintan secara optimal dan bertanggung jawab.
“Dengan adanya bantuan Alsintan ini, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Ini merupakan salah satu upaya transisi dari metode pertanian konvensional atau yang banyak mengandalkan tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Harapannya, produktivitas pertanian nantinya semakin meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis Ape Ruswandana dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan mekanisasi pertanian sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Ape menyebut total bantuan yang diserahterimakan sebanyak 37 unit Alsintan, terdiri atas 25 unit pompa air dan 12 unit traktor roda dua.
Ia berharap kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk mendukung efisiensi pengolahan lahan, pengelolaan air, dan peningkatan produktivitas pertanian.
Penyaluran Alsintan ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat sektor pertanian serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.
