CIAMISNEWS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa profesi dokter merupakan profesi yang mulia dan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (10/7/2026).
Dalam pelantikan tersebut, dr. H. Rizali Sofiyan resmi dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029 menggantikan dr. Budi Ahmad Rasas. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua IDI Jawa Barat, dr. Mohamad Luthfi, serta dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus IDI Kabupaten Ciamis periode sebelumnya yang telah mengabdikan diri selama empat tahun terakhir. Ia menilai dedikasi para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia dan diharapkan menjadi amal ibadah.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. Mudah-mudahan semua yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” ujar Herdiat.
Menurut Herdiat, profesi dokter memiliki posisi yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan serta kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki seorang dokter harus digunakan sepenuhnya untuk membantu sesama tanpa membedakan latar belakang pasien.
Ia mengingatkan kepengurusan IDI yang baru agar menjadikan amanah organisasi sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar jabatan seremonial. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.
“Selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi amanah yang harus diwujudkan dalam kerja nyata. Sebagai dokter, layani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial. Jangan melihat apakah pasien kaya atau miskin, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang sama dan terbaik,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang adil dan merata, Bupati Ciamis juga mengingatkan para dokter untuk terus meningkatkan kompetensi seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran. Menurutnya, pembaruan ilmu dan kemampuan menjadi kunci agar tenaga medis mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua IDI Jawa Barat, dr. Mohamad Luthfi, mengatakan dunia kedokteran saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Selain itu, perlindungan hukum bagi tenaga medis juga perlu mendapat perhatian agar para dokter dapat menjalankan profesinya secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dalam menjalankan profesinya, dokter tidak pernah memiliki niat untuk mencelakakan pasien, melainkan berupaya memberikan pertolongan terbaik. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas,” ujar dr. Mohamad Luthfi.
Pelantikan Pengurus IDI Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029 diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis. Dengan kepengurusan baru, IDI diharapkan mampu memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.