CIAMISNEWS – Puluhan raja, sultan, dan perwakilan keraton dari berbagai daerah di Nusantara hadir di Kabupaten Ciamis, Jumat (7/8/2026), dalam rangkaian Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh. Kehadiran para pemangku adat tersebut menjadi bagian dari agenda budaya yang puncaknya akan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) di Keraton Selagangga Ciamis.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Tatar Galuh sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, keraton, budayawan, dan masyarakat.
Kedatangan rombongan diawali dengan penerimaan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Hotel Singacala. Para raja dan sultan kemudian melaksanakan ziarah ke Makam Raja Galuh di Jambansari.
Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus napak tilas terhadap perjalanan sejarah Kerajaan Galuh yang menjadi bagian dari warisan budaya di Tatar Galuh.
Disambut Bupati Ciamis di Pendopo
Rombongan selanjutnya tiba di Pendopo Bupati Ciamis. Para tamu kehormatan dari berbagai daerah di Indonesia itu disambut langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.
Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran para raja dan sultan di Kabupaten Ciamis.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami menghaturkan selamat datang di Tatar Galuh, Kabupaten Ciamis. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus kebahagiaan yang tidak terhingga bagi kami,” ujar Herdiat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tamu yang datang dari berbagai wilayah, termasuk dari luar Pulau Jawa.
“Alhamdulillah, Bapak dan Ibu berkenan hadir di Kabupaten Ciamis, bahkan banyak yang datang dari luar Pulau Jawa. Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kami sampaikan,” katanya.
Pendopo Ciamis Jadi Bagian dari Jejak Sejarah
Pada kesempatan tersebut, Herdiat memperkenalkan Pendopo Kabupaten Ciamis yang menjadi lokasi penyambutan para raja dan sultan.
Menurut Herdiat, Pendopo Kabupaten Ciamis dibangun pada 1859 dan selesai pada 1870 oleh Bupati Kusumah Diningrat sebagai peninggalan masa kolonial Belanda.
Pendopo tersebut pada awalnya berdiri di atas lahan seluas lebih dari 2,5 hektare. Sebagian lahan kini dimanfaatkan untuk SMP Negeri 1 Ciamis dan Kantor Pos, sedangkan sekitar dua hektare lainnya masih menjadi kawasan Pendopo yang mencakup kantor bupati dan Sekretariat Daerah.
“Pendopo ini merupakan kebanggaan masyarakat Galuh. Bangunan ini mempunyai sejarah yang luar biasa bagi kami sebagai bukti bahwa Tatar Galuh memiliki jejak kerajaan dan peradaban yang nyata,” tutur Herdiat.
Ia mengatakan, keberadaan para raja dan sultan di Pendopo Ciamis menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat daerah.
“Karena itu, kami merasa sangat bangga dapat menyambut para raja Nusantara di tempat yang penuh nilai sejarah ini,” ujarnya.
Herdiat juga menyampaikan permohonan maaf apabila penyambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Ciamis masih memiliki kekurangan.
“Atas nama pribadi maupun Pemerintah Daerah, kami memohon maaf apabila penerimaan kami masih jauh dari kata sempurna. Namun percayalah, ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat berkumpul serta bersilaturahmi bersama para raja-raja Nusantara di Kabupaten Ciamis,” katanya.
Rombongan Ikuti Prosesi Adat di Karang Kamulyan
Setelah ramah tamah di Pendopo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Cagar Budaya Situs Karang Kamulyan untuk mengikuti prosesi adat.
Situs Karang Kamulyan disebut dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai salah satu pusat peradaban Kerajaan Galuh. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda untuk mengenang dan menjaga warisan sejarah Tatar Galuh.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, rangkaian Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah dan memperkenalkan warisan sejarah Galuh kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Galuh Galeuhna Galih”. Tema itu menjadi bagian dari momentum pelestarian budaya, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah leluhur, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, keraton, budayawan, dan masyarakat dalam menjaga warisan peradaban Tatar Galuh.
Prosesi Pangistrenan Berlanjut 8 Agustus
Rangkaian kegiatan Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (8/8/2026).
Prosesi sakral tersebut akan dilaksanakan di Keraton Selagangga Ciamis. Agenda itu menjadi rangkaian utama kegiatan yang mempertemukan perwakilan kerajaan dan keraton dari berbagai penjuru Nusantara di Tatar Galuh.
Pelaksanaan kegiatan diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi Tatar Galuh sebagai salah satu kawasan yang memiliki warisan sejarah dan kebudayaan dalam perjalanan peradaban Nusantara.
Puluhan Raja dan Sultan Nusantara Hadiri Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh di Ciamis
Leave a comment