CIAMISNEWS — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui aplikasi tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian langsung terhadap layanan SPPG yang melayani satuan pendidikan masing-masing.
Aplikasi rating MBG dirancang untuk menyediakan mekanisme umpan balik yang lebih sistematis dari sekolah sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan pelaksanaan program.
Penilaian dapat mencakup sejumlah aspek layanan, antara lain ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas menu yang diterima peserta didik.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang responsif.
Menurut Tysa, sekolah tidak hanya berperan sebagai penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan penilaian berdasarkan kondisi yang ditemui secara langsung di lapangan.
“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki,” ujar Tysa pada Kamis (24/9).
Penilaian Menggunakan Skala Bintang
Dalam aplikasi tersebut, sekolah nantinya dapat memberikan penilaian menggunakan skala bintang 1 hingga 5. Penilaian juga dapat dilengkapi catatan mengenai aspek layanan yang diberikan.
Mekanisme tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas layanan SPPG sekaligus membantu BGN mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Selain melalui aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan belum sesuai juga dapat menggunakan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan.
Apabila persoalan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat menyampaikan laporan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN. Dengan mekanisme itu, informasi mengenai persoalan layanan dapat diterima dan ditindaklanjuti.
Sekolah Jadi Bagian dari Pengawasan MBG
Penguatan mekanisme umpan balik menjadi bagian dari upaya BGN membangun tata kelola MBG yang melibatkan partisipasi berbagai pihak.
Sekolah memiliki posisi dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan layanan MBG karena berinteraksi langsung dengan penerima manfaat program.
BGN mendorong pengawasan pelaksanaan MBG dilakukan secara kolaboratif. Masukan dari sekolah menjadi salah satu bagian dari ekosistem pengawasan untuk membantu memastikan layanan SPPG berjalan sesuai dengan ketentuan.
Melalui penguatan sistem digital dan keterlibatan sekolah dalam memberikan umpan balik, BGN mengembangkan mekanisme pengawasan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat menangkap kondisi layanan secara langsung dari lapangan.